Palestina Tercinta
“Mas Sigit, gimana kemaren.. jadi hadir di akad nikahnya Priyo khan..?”
“iya.. Jadi, Mal..! wah salut banget sama si priyo.. angkat dua jempol buat priyo.. siangnya akad nikah di tangerang, tapi paginya masih menyempatkan diri ikut aksi palestina.. "
" Hah.. ?!?! yang bener mas ?"
" iya bener Mal.. masih sempat ikut aksi.. salut…”
“Subhanallahu... Allahu Akbar.. ", sahutku dalam hati. Malu rasanya diri ini, yang kala pagi itu tidak bisa bergabung memutihkan Jakarta, demi memberikan sedikit kobaran semangat dan untaian do’a bagi saudara-saudar tercinta, di negeri perjuangan.. Palestina..
Ya.. Hari Ahad itu Jakarta benar-benar menjadi lautan manusia, langkah-langkah kaki berpakaian putih-putih.. ratusan ribu sosok-sosok penuh semangat, tak kenal henti (seperti judul album kedua Shoutul harokah, yang mengisahkan banyak pesan tentang negeri perjuangan.. Palestina…). Dimulai dari bunderan Hotel Indonesia.. menyusuri, dengan sungguh rapinya, menuju monas.. iringan takbir dikumandangkan, teriakan penuh semangat, seolah tak mau kalah dengan semangat para Mujahid di negeri Palestina sana… Allahu Akbar.. Allahu Akbar..!!
Palestina Tercinta.
Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsha tercinta
Kami akan berjuang
Demi kebangkitan Islam
Kami rela berkorban Demi Islam yang mulia
Untukmu Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu Al-Aqsha yang mulia
Kami kan terus bersamamu
(Hipni Mubarok - Shoutul Harokah)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home